Rabu, 23 Maret 2016

TUGAS RANGKUMAN KEWIRAUSAHAAN

BAB 3 CARA MENDIRIKAN USAHA
Dari penelitian di lapangan terdapat beragam cara dan sebab untuk memulai usaha. Ada lima sebab atau cara seseorang untuk mulai merintis usahanya, yaitu:
1.      Faktor keluarga pengusaha
2.      Sengaja terjun menjadi pengusaha
3.      Kerja sampingan (iseng)
4.      Coba-coba
5.      Terpaksa
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai usaha, baik secara berkelompok maupun perorangan. Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adalah sebagai berikut.
1.      Mendirikan usaha baru
2.      Membeli perusahaan
3.      Kerja sama manajemen dengan sistem waralaba (Franchising)
4.      Mengembangkan usaha yang sudah ada
Untuk menentukan bidang usaha yang akan digeluti tergantung dari empat faktor sebagai berikut.
1.      Minat atau bakat
2.      Modal
3.      Waktu
4.      Laba
Bidang usaha yang dapat digeluti untuk pemula sesuai dengan minat dan bakat, terutama untuk usaha kecil dan menengah antara lain sebagai berikut.
1.      Sektor kecantikan
2.      Sektor keterampilan
3.      Sektor konsultan
4.      Sektor industri
5.      Sektor tambang
6.      Sektor kelautan
7.      Sektor perikanan
8.      Sektor agribisnis
9.      Sektor perdagangan
10.  Sektor pendidikan
11.  Sektor percetakan
12.  Sektor seni
13.  Sektor kesehatan
14.  Sektor pariwisata
15.  Sektor usaha lainnya.
Jenis badan hukum yang dapat dipilih, yaitu:
1.      Perusahaan perseorangan
2.      Firma (Fa)
3.      Perseroan komanditer (CV)
4.      Koperasi
5.      Yayasan
6.      Perseroan terbatas (PT)

TUGAS RANGKUMAN KEWIRAUSAHAAN

BAB 2 PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Kegiatan wirausaha dapat dilakukan seorang diri atau berkelompok.
Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain.
Zimmerer mengartikan kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha. Artinya, untuk menciptakan sesuatu diperlukan suatu kreativitas dan jiwa inovator yang tinggi.
Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi yang terus-menerus untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.
Suatu kegiatan haruslah dilakukan dengan etika atau norma-norma yang berlaku di masyarakat bisnis. Etika atau norma-norma ini digunakan agar para pengusaha tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan dan usaha yang telah dijalankan memperoleh simpati dari berbagai pihak. Pada akhirnya, etika tersebut ikut membentuk pengusaha yang bersih dan dapat memajukan  serta membesarkan usaha yang dijalankan dalam waktu yang relatif lebih lama.
Dalam etika berusaha perlu ada ketentuan yang mengaturnya. Adapun ketentuan yang diatur dalam etika wirausaha secara umum adalah sebagai berikut :
1.      Sikap dan prilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
2.         Penampilan yang ditunjukan seseorang pengusaha harus selalu apik, sopan, terutama dalam menghadapi situasi atau acara-acara tertentu.
3.              Cara berpakain pengusaha juga harus sopan dan sesuai dengan tempat dan waktu yang berlaku.
4.    Cara berbicara seorang pengusaha juga mencerminkan usahanya, sopan, penuh tata krama, tidak menyinggung atau mencela orang lain.
5.   Gerak-gerik pengusaha juga dapat menyenangkan orang lain, hindarkan gerak-gerik yang dapat mencurigakan.

Kemudian, etika atau norma yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut :
1.      Kejujuran
Seorang pengusaha harus selalu bersikap jujur, baik, dalam berbicara maupun bertindak. Jujur ini perlu agar berbagai pihak percaya terhadap apa yang akan dilakukan. Tanpa kejujuran, usaha tidak akan maju dan tidak di percaya konsumen atau mitra kerjanya.
2.      Bertanggung Jawab 
   Pengusaha harus bertangungjawab terhadap segala kegiatan yang dilakukan dalam bidang usahanya. Kewajiban terhadap berbagai pihak harus segera diselesaikan. Tanggung jawab tidak hanya terbatas pada kewajiban, tetapi juga kepada seluruh karyawannya, masyarakat dan pemerintah.
3.      Menepati Janji 
    Pengusaha dituntut untuk selalu menepati janji, misalnya dalam hal pembayaran, pengiriman barang atau penggantian. Sekali seorang pengusaha ingkar janji hilanglah kepercayaan pihak lain terhadapnya. Pengusaha juga harus konsisten terhadap apa yang telah dibuat dan disepakati sebelumnya.
4.      Disiplin 
     Pengusaha dituntut untuk selalu disiplin dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan usahanya, misalnya dalam hal waktu pembayaran atau pelaporan kegiatan usahanya.
5.      Taat Hukum 
    Pengusaha harus selalu patuh dan menaati hukum yang berlaku, baik yang berkaitan dengan masyarakat ataupun pemerintah. Pelanggaran terhadap hukum dan peraturan telah dibuatkan berakibat fatal dikemudian hari. Bahkan, hal itu akan menjadi beban moral bagi pengusaha apabila tidak diselesaikan segera.
6.      Suka Membantu
    Pengusaha secara moral harus sanggup membantu berbagai pihak yang memerlukan bantuan. Sikap ringan tangan ini dapat ditunjukan kepada masyarakat dalam berbagai cara. Pengusaha yang terkesan pelit akan dimusuhi oleh banyak orang.
7.      Komitmen dan Menghormati 
     Pengusaha harus komitmen dengan apa yang mereka jalankan dan menghargai komitmen dengan pihak-pihak lain. Pengusaha yang menjungjung komitmen terhadap apa yang telah diucapkan atau disepakati akan dihargai ol;eh berbagai pihak.
8.      Mengejar Prestasi  
     Pengusaha yang sukses harus selalu berusaha mengejar prestasi setinggi mungkin tujuannya agar perusahaan dapat terus bertahan dari waktu ke waktu. Prestasi yang berhasil dicapai perlu terus ditingkatkan. Disamping itu, perusaha juga harus tahan mental tidak mudah putus asa terhadap berbagai kondisi dan situasi yang dihadapi.
 
Adapun sikap dan perilaku yang harus dijalankan oleh pengusaha dan seluruh karyawan adalah sebagai berikut:
1.      Jujur dalam bertindak dan bersikap
2.      Rajin, tepat waktu, dan tidak pemalas
3.      Selalu murah senyum
4.      Lemah lembut dan ramah-tamah
5.      Sopan santun dan hormat
6.      Selalu ceria dan pandai bergaul
7.      Fleksibel dan suka menolong pelanggan
8.      Serius dan memiliki rasa tanggung jawab
9.      Rasa memeiliki perusahaan tinggi

Minggu, 20 Maret 2016

TUGAS RANGKUMAN TIK

BAB 2 BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu siswa. Belajar dapat juga dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Bahan pembelajaran berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni, norma agama, sikap dan keterampilan. Hubungan antara guru, siswa dan bahan ajar bersifat dinamis dan kompleks.
Memasuki era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan dan pentingnya penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Melalui TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.
            Dalam suatu aktifitas belajar, siswa memiliki beberapa aktifitas belajar diantaranya :
1.      Belajar Arti Kata, yaitu menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.
2.      Belajar Kognitif, yaitu prose bagaimana menghayati, mengorganisasi, dan mengulangi informasi tentang suatu masalah, peristiwa,objek serta upaya untuk menghadirkan kembali hal tersebut melalui tanggapan, gagasan, atau lambang dalam bentuk kata-kata atau kalimat.
3.      Belajar Menghafal, yaitu aktivitas menanamkan serta berupaya menyimpan dalam ingatan, sehingga dapat diproduksi kembali ke alam sadar ketika diperlukan.
4.      Belajar Teoritis, yaitu menyusun kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alam atau fenomena sosial tertentu. Belajar teori bertujuan untuk menempatkan data dan fakta sehingga dapat dipahami dan digunakan untuk memecahka masalah.
5.      Belajar Konsep, yaitu belajar merumuskan kerangkan pikiran dari pembelajaran yang diperolehnya.
6.      Belajar Kaidah, artinya membandingkan konsep yang satu dengan konsep yang lainnya yang menghasilkan suatu pembelajaran yang baru.
7.      Belajar Berfikir, artinyaa berusaha memecahkan suatu masalah dengan berfikir.
8.      Belajar Motorik, artinya belajar dengan menggunakan gerak gerik.
9.      Belajar Estetika, artinya belajar untuk mewujudkan pengetahuannya kedalam nilai-nilai seni keindahan.