BAB 1 PENDAHULUAN
Latar belakang mengapa perlu berwirausaha adalah agar
mampu menata masa depan yang lebih baik. Dengan berwirausaha diharapkan
seseorang mampu mandiri, membuka lapangan kerja bagi orang lain, dan menjadi
bos bagi usahanya. Dengan kata lain, lebih baik membayar gaji daripada menjadi
orang gajian.
Di Indonesia pendidikan kewirausahaan baru mulai
dibicarakan era tahun 1980-an dan digalakkan tahun 1990-an. Meskipun sebenarnya
Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan luar negeri, bahkan di beberapa
negara pendidikan tersebut telah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Namun, hasilnya
patut di syukuri bahwa dewasa ini sudah mulai bermunculan beberapa sekolah yang
memang berorientasi untuk menjadikan mahasiswanya sebagai calon pengusaga
unggul setelah pendidikan.
Untuk itu, perlu diciptakan suatu iklim yang dapat
mengubah pola pikir, baik mental maupun motivasi orang tua, dosen, dan
mahasiswa agar kelak anak-anak mereka dibiasakan untuk menciptakan lapangan
pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Salah satu caranya adalah mengubah mental
dan motivasi yang sudah demikian melekat tertanam di setiap insan Indonesia.
Hal
yang menjadi kendala bagi seseorang untuk memulai suatu usaha adalah adanya
ketakutan akan rugi atau bangkrut. Tidak sedikit orang yang merasa tidak
memiliki masa depan yang pasti jika berwirausaha. Bahkan, sebagian orang yang
sudah memiliki jiwa wirausaha merasa bingung dari mana harus memulai usaha.
Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan
berwirausaha yaitu:
1.
Meningkatnya harga diri;
2.
Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri;
3.
Ide dan motivsi yang timbul untuk maju
lebih besar;
4.
Masa depan yang lebih cerah dan tidak
tergantung kepada orang lain.
Berikut
ini beberapa jurus awal yang diperlukan untuk menjadi pengusaha.
1.
Berani memulai, artinya tidak perlu
menunggu nanti, besok, atau lusa.
2.
Berani menanggung risiko, artinya tidak
perlu takut mengalami kerugian.
3.
Setiap tindakan yang dilakukan penuh
perhitungan dan pertimbangan matang. Jangan bertindak gegabah dalam melangkah
atau mengambil keputusan.
4.
Seorang entrepreneur harus mampu menyusun suatu rencana sekarang dan ke
depan sebagai pedoman dan alat kontrol baginya.
5.
Tidak cepat puas dan putus asa, artinya
seorang pengusaha dituntut untuk selalu haus kemajuan dan selalu merasa kurang.
Kemudian, pantang menyerah apalagi berputus asa.
6.
Setiap tindakan harus selalu diiringi
dengan sikap optimis dan penuh keyakinan karena ini merupakan motivsi untuk
melangkah maju.
7.
Memiliki tanggung jawab, artinya
wirausahawan selalu bertanggung jawab terhadap aktivitas yang ia lakukan
terhadap semua pihak.
8.
Memiliki etika dan moral sebagai benteng
untuk berwirausaha agar menjadi sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar